"Belum (diperiksa), yang dipanggil (Anthony Hamzah) tidak memenuhi panggilan,"">
HOME
Minggu, 23 Januari 2022
Follow:
Selasa, 18/01/2022 - 17:43 WIB
Kapolri Ingin Anggota Miliki Kemampuan Auditor
Senin, 10/01/2022 - 17:22 WIB
Petani Tak Ikhlas Jika Dana Kopsa-M Miliaran Dihamburkan Pengurus Lama
Kamis, 06/01/2022 - 15:22 WIB
Kapolda Iqbal Kunjungan Silaturahmi ke Pimpinan DPRD Riau
 


HUKUM KITA
Senin, 10/01/2022 - 17:22 WIB
Petani Tak Ikhlas Jika Dana Kopsa-M Miliaran Dihamburkan Pengurus Lama
Kamis, 06/01/2022 - 15:22 WIB
Kapolda Iqbal Kunjungan Silaturahmi ke Pimpinan DPRD Riau
Kamis, 25/11/2021 - 17:22 WIB
Mulai Kesampingkan Konflik Internal, Petani Kopsa-M Fokus Merawat Kebun
rabu, 03/11/2021 - 19:30 WIB
Dua Kali Mangkir, Ketua Kopsa M, AH Bisa Ditangkap
Senin, 25/10/2021 - 19:30 WIB
Petani Kopsa M Tak Merasa Dikriminalisasi
Kamis, 02/09/2021 - 10:30 WIB
Hasil Panen Kopsa Diduga Digelapkan
Kamis, 24/06/2021 - 19:30 WIB
Setelah Diaudit Ketua Kopsa-M Diduga Lakukan Berbagai Penyimpangan Terkait
Selasa, 06/04/2021 - 15:35 WIB
PT PSJ Diminta Bertanggung Jawab Terhadap 2 Koperasi Yang Terdampak Putusan MA
Jumat, 19/03/2021 - 12:15 WIB
Mahkamah Agung Sebut Eksekusi Ribuan Hektar Kebun Sawit Gondai Tidak Sah
Minggu, 10/05/2020 - 11:50 WIB
Tiga Pelaku Curanmor Ditembak
 
Dua Kali Mangkir, Ketua Kopsa M, AH Bisa Ditangkap

Reporter : Nauli
rabu, 03/11/2021 - 19:30:24 WIB
Pekanbaru - Polres Kampar saat ini masih terus mendalami kasus penyerangan dan perusakan rumah dinas karyawan PT Langgam Harmuni yang berlokasi di desa Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar. Peristiwa itu terjadi pada Kamis 15 Oktober 2020 silam.

Dalam kasus itu, Polres Kampar telah menetapkan Hendra Sakti Effendi sebagai tersangka. Bahkan saat ini . Ia telah divonis pidana penjara selama 2 Tahun dan 2 bulan, pada Selasa lalu.

Turut terlibat pula Aris Zanolo Laia alias Marvel (Telah divonis 1 tahun 8 bulan dan Inkracht), Anton Laia (DPO), Yasozatulo Mendrofa (DPO), Muslim (DPO) dan sedikitnya 300 orang massa lainnya.

Dari fakta persidangan di Pengadilan Negeri Kabupaten Kampar yang menyebutkan adanya aliaran dana dari AH untuk membiayai aksi dugaan penyerangan Rumah Dinas PT Langgam Harmuni. Bahkan Polres Kampar juga telah menetapkan dosen Unri bergelar doktor itu sebagai tersangka.

Kemudian dalam perjalannya, Polres Kampar telah memanggil AH untuk diperiksa sebagai tersangka. Namun dua kali pemanggilan itu, Anthony justru mangkir.

"Belum (diperiksa), yang dipanggil (AH) tidak memenuhi panggilan," terang Kapolres Kampar, AKBP Rido Purba, Rabu (03/11) membenarkan mangkirnya pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kopsa-M itu.

Menanggapi persoalan itu, Ahli Hukum Pidana Unri, Erdianto SH MH mengatakan seharusnya pihak kepolisian dapat menggunakan wewenangnya untuk menjemput paksa bahkan langsung menangkap Anthony Hamzah. Sebab sudah dua kali mangkir dalam pemanggilan pemeriksaan.

"Beda cerita kalau belum tersangka. Hanya dijemput paksa dan dihadapkan ke penyidik. Ini ada aturannya di KUHAP. Dihadapkan dulu baru diperiksa. Kalau sudah tersangka ya bisa langsung ditangkap," paparnya.

Sementara, apakah bisa langsung dimasukkan dalam DPO?, Erdianto menerangkan sebelum DPO ada kewenangan polisi untuk menjemput paksa dan menangkap. "Jangan buru-buru DPO jalankan kewenangan penyidik dahulu," jelasnya.

Menurutnya, DPO itu bisa dikeluarkan oleh pihak kepolisian jika upaya menjemput paksa atau menangkap gagal dilakukan. Misalnya, saat dicari di tempat tinggal atau ditempat biasa sudah tidak ditemukan.

"Pemanggilan itu hanya 2 kali kok. Jadi kalau mangkir bisa langsung di jemput paksa dan ditangkap," jelasnya.

Hal ini juga diaminkan oleh  Pengamat Hukum Universitas Lancang Kuning, Yusuf Daeng. Ia mengatakan upaya jemput paksa bisa dilakukan. " Pasal 112 ayat 2 KUHAP,. Bisa dilakukan upaya paksa," singkatnya.

 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2020 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.riaukita.com