HOME
Rabu, 12 08 2020
Follow:
Selasa, 09/06/2020 - 18:01 WIB
Pemprov Terima Rapid Test Dari RS Abadi Karya
Selasa, 09/06/2020 - 18:34 WIB
Sering Sakit, Noviwaldy Jusman Dinilai Layak Diganti
Selasa, 25/05/2020 - 15:22 WIB
Protokol Kesehatan Harus Diterapkan
 
 
Pangdam: Dashboard Lancang Kuning Sangat Baik, Sinergitas Semua Elemen Kunci Keberhasilan Atasi Karh

Reporter :
Minggu, 05/07/2020 - 07:49:06 WIB
PEKANBARU - Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah, MA, MSc, memimpin Apel
Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di
Provinsi Riau, yang digelar di halaman Kantor Gubernur Provinsi Riau
pada Sabtu pagi (4/7/2020).

Hadir pada acara tersebut Gubernur
Riau H Syamsuar, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi SH SIK
MSI, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muh Syech Ismed SE M.han, Danlanud RSN
Marsma Ronny Irianto Moningka, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Himawan,
Palaksana BPBD Riau, Korwil I Binda Riau, para Asisten Dam I/BB,
Kapendam I/BB,unsur Forkopimda Provinsi Riau, para pejabat Polda dan
Korem serta diikuti oleh 500 pasukan TNI - Polri, Pemadam Kebakaran,
Manggala Agni, BPBD, Pol PP dan dari instansi terkait lainnya.

Dalam
amanatnya Pangdam I/Bukit Barisan menjelaskan penanggulangan bencana
asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu wujud
kepedulian TNI sesuai dengan undang-undang nomor 34 tahun 2004, terkait
tugas OMSP TNI dalam penanggulangan bencana khususnya dalam membantu
mengatasi bencana alam.

Oleh karenanya perlu diperhatikan
beberapa hal yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di
antaranya membuka ladang atau lahan pertanian dengan cara membakar
hutan, meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan, membuat
arang di hutan, membuang puntung rokok sembarangan di dalam hutan dan
juga memperhatikan wilayah hutan dengan titik api atau Hotspot cukup
tinggi terutama lahan gambut di musim panas dan kemarau yang
berkepanjangan.

“Kita ketahui bersama bahwa Bapak Presiden Joko
Widodo sudah memberikan 4 arahan mengenai pengendalian kebakaran hutan
dan lahan atau Karhutla yang disampaikan dalam rapat koordinasi Nasional
Rakornas pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2019 yang digelar
di istana Negara pada Agustus 2019 yang lalu," jelas Pangdam.

Empat
arahan, pertama, memprioritaskan pencegahan melalui patroli terpadu
deteksi dini sehingga kondisi harian di lapangan selalu termonitor dan
selalu terpantau

Kedua, khususnya kepada badan restorasi gambut
untuk melakukan penataan pengelolaan ekosistem gambut secara
berkelanjutan. tujuan dari penataan ekosistem gambut tersebut selain
untuk menata lingkungan juga untuk mengurangi kemungkinan terjadinya
kebakaran hutan dan lahan

Ketiga, segera mungkin padamkan api
kalau memang ada api jangan biarkan api itu membesar. Langkah-langkah
water bombing yang kalau sudah terlanjur membesar itu juga tidak mudah

"Keempat,
terkait penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan presiden
meminta agar hal tersebut dilakukan dengan tanpa kompromi,” urainya.

Lebih
lanjut Pangdam menyampaikan terimaksihnya kepada Kapolda Riau yang
telah membuat inovasi berbasis tehnologi sehingga memudahkan penanganan
karhutla.

“Saya sampaikan terimakasih kepada Kapolda Riau, bahwa
Inovasi dan terobosan yang telah dilakukan oleh Polda Riau untuk
mengatasi karhutla dengan menciptakan aplikasi Dashboard Lancang Kuning
Nusantara itu sangat baik, aplikasi ini merupakan program digital yang
telah digunakan oleh sebelas (11) Kepolisian Daerah atau Polda yang
memiliki wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan karhutla, aplikasi
Lancang Kuning Nusantara bertujuan untuk penanggulangan karhutla, saya
berharap semua personel maupun pasukan yang terlibat di lapangan
memiliki aplikasi tersebut untuk mengetahui kondisi terkini dari
kebakaran maupun titik api yang ada,” terang Pangdam.

Aplikasi
Lancang Kuning ini, lanjut Panglima, memiliki sistem penanganan
kebakaran hutan secara terukur, terstruktur dan efisien.

“Dalam
sistem aplikasi Lancang Kuning ini menggunakan 4 teknologi citra satelit
untuk mendeteksi titik api, sehingga dapat memberikan informasi secara
akurat untuk mendeteksi titik koordinat hotspot atau titik api. Dan
semuanya akan berhasil apabila sinergitas dari instansi-instansi terkait
seperti Pemda TNI-Polri BNPB dan unsur-unsur lainnya terjaga dengan
baik," tegas Pangdam. (rilis)


 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2020 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.riaukita.com