HOME
Jum'at, 19 08 2022
Follow:
 
 
Wujudkan Pelestarian Alam, PLN Peduli Berikan Bantuan Pemulihan Ekosistem

Reporter : Nauli
Jumat, 24/06/2022 - 19:40:24 WIB

TERKAIT:
   
 
Indragiri Hulu (24/06) - Guna mendukung upaya konservasi dan rehabilitasi ekosistem hutan, PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau melalui program Tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL)/CSR  PLN Peduli menyerahkan bantuan kepada Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
 
Secara simbolis, bantuan senilai Rp.85,1 juta rupiah diserahkan oleh Fauzar Manger Keuangan dan Umum mewakili Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rengat, Beny Indra Praja kepada Plh Kepala Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Azmardi, S.Si, M.H.
 
Bantuan ini memiliki rencana tindak lanjut yaitu identifikasi area terdegradasi, persiapan lahan dan penanaman pohon untuk tersedianya pakan gajah seluas 10 hektar.  

“Bantuan pemulihan ekosistem diserahkan untuk meningkatkan peran PLN dalam upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan kawasan konservasi” ujar Benny dalam pernyataan tertulisnya.
 
Azmardi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap keterlibatan berbagai pihak, khususnya masyarakat komunitas adat di sekitar TNBT yang turut berkolaborasi aktif dalam menjaga fungsi konservasi.

“Hal ini merupakan suatu yang besar dalam menjaga paru-paru dunia. Dalam waktu 1 tahun akan dilakukan pemantauan atau evaluasi” kata Azmardi.
Labuan Bajo, 24 Juni 2022 - PT PLN (Persero) menggandeng Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk pengembangan dua sumber biomassa yang akan digunakan dalam mendukung program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kedua sumber biomassa tersebut berasal dari pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu.

Kesepakatan kerja sama ini tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara PLN Unit Induk Wilayah NTT dengan Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana. Kesepakatan ini diteken dalam sela-sela acara perhelatan forum Energy Transition Working Grup (ETWG) 2 di Labuan Bajo, 24 Juni 2022.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan selain memastikan pasokan biomassa untuk co-firing aman, kerja sama ini juga untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Nantinya Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana akan memasok kebutuhan biomassa untuk PLTU Bolok.

"Ini energi yang berbasis pada energi kerakyatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah menyediakan tambahan lahan 3.600 hektare tambahan di kawasan Pulau Timor. Lokasi ini satu ekosistem dengan PLTU Bolok," ujar Darmawan.

Ia mengatakan nantinya PLN bersama Universitas Nusa Cendana akan menanam tanaman Kaliandra, Kedondong Hutan dan Lamtoro. "Artinya, bagaimana kita melakukan sinergi menambah energi baru terbarukan tetapi di saat yang sama menciptakan lapangan kerja, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan melakukan eradikasi kemiskinan," tambah Darmawan.

Darmawan menjelaskan saat ini penggunaan co-firing sudah dilakukan PLN di 58 PLTU yang ada di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan PLN untuk bisa mengurangi ketergantungan bahan baku batu bara dan juga untuk meningkatkan penggunaan energi bersih di PLTU.

"Sinergi ini merupakan upaya bersama untuk menekan emisi karbon guna mendukung tercapainya target carbon neutral pada 2060," ujar Darmawan.

Darmawan menjelaskan pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu sebagai bahan baku biomassa co-firing ini tidak hanya semata-mata untuk kebutuhan PLTU saja. Melalui pengembangan ini, PLN mengajak semua masyarakat terutama di sekitar hutan energi untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan.

Penggunaan biomassa pada PLTU ini bahkan juga memberikan multiplier effect yaitu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya tanam pohon sebagai bahan baku biomassa. 

"Keterlibatan universitas sebagai agent of change juga merupakan wujud dari tri darma perguruan tinggi di mana, para insan akademis turut langsung dalam pengembangan dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan hutan energi dan peternakan terpadu tersebut," pungkas Darmawan.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas kesempatan berkolaborasi bersama PLN dan Pemda dalam pengembangan green energy dan pengurangan emisi karbon melalui program co-firing dan hutan bioenergi. Menurut dia, program ini sejalan dengan visi Undana sebagai perguruan tinggi berorientasi global. 

"Kerja sama ini sejalan dengan  concern Undana terhadap isu-isu global, khususnya terkait keterbatasan sumber daya energi fosil, dan kesehatan serta keselamatan lingkungan," tuturnya.

Dia menambahkan, implementasi program-program kerja sama ini tidak saja membawa keuntungan dalam hal terbukanya kesempatan untuk riset dan ketersediaan wahana pembelajaran bagi para akademisi dan mahasiswa Undana, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab bagi seluruh civitas akademika Undana untuk menjadi agent of change ataupun champion dalam program/aktivitas penyelamatan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih produktif namun ramah lingkungan dan sustainable.

"Manfaatnya tidak saja bagi generasi sekarang tetapi juga bagi generasi-generasi yang akan datang," terangnya.


 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2020 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.riaukita.com