HOME
Minggu, 07 Juni 2020
Follow:
 
 
Bisakah Harga Pertamax Turun ke Rp 4.540 per Liter?

Reporter : Ozora
Kamis, 30/04/2020 - 07:20:06 WIB
ilustrasi
TERKAIT:
 
 
Jakarta - Pemerintah diminta untuk segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Dengan melemahnya harga minyak dunia, harga BBM Pertamina dinilai masih terlalu tinggi.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan harga BBM jenis Pertamax atau setara RON 92 harusnya sudah berada di Rp 4.540 per liter pada 1 Mei 2020.

Hal itu berdasarkan formula penghitungan harga dalam Keputusan Menteri ESDM No. 62K/MEM/2020 yang diteken tertanggal 28 Februari 2020.

"Harusnya ini sudah turun,Pertamax harusnya Rp 4.540 per liter pada 1 Mei. Itu kan formulanya jelas," ungkap Yusri kepada detikcom, Kamis (30/4/2020).

"Perhitungannya bulanan berdasarkan 2 parameter penentu harga dasar BBM, yaitu nilai rata rata MOPS atau Argus dan nilai tukar dolar Amerika, kemudian ditambah 10% untuk keuntungan badan usaha" lanjutnya.

Yusri menjelaskan bahwa dalam Kepmen ESDM perhitungan BBM dihitung bulanan. Dalam hal ini harga per 1 Maret acuannya dihitung pada periode 24 Maret hingga 25 April.

Seperti apa formula perhitungan yang dibuat Yusri?

Dari perhitungannya asumsi harga minyak sesuai MOPS rata-rata berada di harga US$ 23 selama sebulan ke belakang. Sementara nilai tukar mata uang sebesar Rp 15.800 per dolar AS. Perlu diketahui satu barel minyak berisi 159 liter.

Kemudian dia menyatakan ada asumsi Rp 1.800 per liter untuk menghitung pajak Pemerintah, biaya pengadaan, hingga penyimpanan. Ditambah 10% margin dari harga dasar.

Formula perhitungan yang digunakan untuk menghitung BBM setara Pertamax (RON 92) adalah sebagai berikut:

Harga dasar (harga minyak MOPS dikali nilai tukar) + Rp 1.800/liter + Margin 10%

Dengan formula tersebut didapatkan perhitungan Yusri seperti ini:

Harga dasar: 23 x 15.800 ÷ 159 + 1.800 = Rp 4.086/liter

Margin 10 %: Rp 4.686 x 10 ÷ 90 = Rp 454/liter

Dengan hitungan tersebut maka harga jual BBM Pertamax alias RON 92 yang merupakan penjumlahan dari harga dasar dan margin, harusnya menjadi Rp 4.540 per liter.

Kemudian untuk harga jual RON 90 atau yang setara Pertalite, Yusri mengatakan formula di dalam Kepmen menunjukkan bahwa harga BBM RON 90 seharga 99,12% dari harga RON 92. Maka harganya harus menjadi Rp 4.500 per liter.

Sebagai salah satu badan usaha penyedia BBM, PT Pertamina (Persero) pun buka suara. Apa alasannya BBM belum turun?

Berbeda dengan Yusri, Dirut Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan bahwa hitungan formula pihaknya berbeda. Memang, Pertamina dalam melakukan perhitungan formula BBM berpatokan pada Kepmen ESDM no 62K/MEM/2020.

Namun, Nicke mengatakan perhitungannya menggunakan asumsi rata-rata harga minyak dan nilai tukar pada dua bulan ke belakang.

"Karena kan dalam membuat formula (harga) itu kita melihatnya 2 bulan ke belakang dulu," kata Nicke, seperti yang dilansir dari detik.

Nicke menjelaskan harga rata-rata minyak pada dua bulan tersebut masih tergolong tinggi, sehingga wajar harga BBM bulan April ini tidak mengalami penurunan seperti harga minyak dunia lainnya.

"Harga 2 bulan ke belakang itu harga nya memang masih tinggi sehingga secara rata-rata sebetulnya kalau kita lihat, harga MOPS itu masih US$ 52,3 per barel. Jadi sesuai dengan itu angkanya segitu," ungkap Nicke lewat video conference dengan wartawan.

Meski begitu, Nicke mengatakan Pertamina memberi diskon terhadap harga BBM hingga 30% untuk Pertamax Series dan Dex Series terhitung sejak 27 April hingga 23 Mei 2020.

"Dalam masa ramadhan ini kita baru saja luncurkan diskon 30% untuk harga BBM. Kalau 30% ya dihitung saja, kalau misalnya Pertamax harga dasarnya Rp 9.000 lalu diskon 30% kan lumayan ya," ujar Nicke.


 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2020 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.riaukita.com