HOME
Selasa, 06 Desember 2022
Follow:
 
 
Lima Pejabat Pemko Pekanbaru akan Dievaluasi

Reporter : Nanda
Rabu, 19/10/2022 - 07:16:59 WIB

TERKAIT:
   
 
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan kembali melakukan evaluasi terhadap Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) di jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Sebelumnya ada 22 orang yang dievaluasi dan kini akan ada lima pejabat lagi yang dievaluasi.

Evaluasi gelombang kedua ini direncanakan digelar pekan depan atau pekan ketiga Oktober ini. Evaluasi dan uji kompetensi akan menentukan apakah pejabat tersebut dipertahankan atau digeser dari jabatan yang kini didudukinya.

Adanya rencana evaluasi oleh Penjabat (Pj) Wali Kota (Wako) Pekanbaru Muflihun terhadap lima orang pejabat lagi disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru.

"Jika tidak ada halangan akan kami gelar pada pekan ketiga Oktober ini," ujarnya. 

Awalnya PTP yang akan dievaluasi ada enam orang, namun seorang diantaranya memasuki masa pensiun. 

"Semula memang direncanakan enam orang, tapi ada satu yang masuk masa pensiun jadi yang dievaluasi hanya lima yang dievaluasi," imbuhnya. 

Lima orang yang akan menjalani evaluasi ini adalah Staf Ahli Mahyudin, Asisten I Setko Pekanbaru Syoffaizal, Asisten III Setko Pekanbaru Masykur Tarmizi, Kepala Dinas Sosial Idrus serta Kepala Dinas Pariwisata Masriya.

"Untuk satu lagi yaitu Staf Ahli Ardani tidak jadi dievaluasi karena masuk masa pensiun," paparnya. 

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru juga sudah menggelar evaluasi gelombang pertama terhadap 22 PTP yang ada di lingkungan Pemko Pekanbaru. Hasil evaluasi sudah di tangan Pj Wako Pekanbaru, namun pelantikan akan dilakukan serentak menunggu hasil evaluasi lima pejabat pada gelombang kedua ini. 

Pj Wako Pekanbaru Muflihun sejak jauh hari menyampaikan bahwa evaluasi yang dilakukan bukan atas dasar emosi maupun suka atau tidak suka. Namun untuk mengetahui kompetensi seorang pejabat dan kecocokannya menduduki jabatan apa.

"Saya hanya murni mengevaluasi dan mencocokkan ilmu masing-masing. Ketika ada yang cocoknya di pertanian ya harus di pertanian, kalau dia cocoknya di kesehatan ya di kesehatan, ini yang perlu kita cocokkan agar kinerja pemerintah ke depan bisa semakin meningkat semakin baik," singkatnya.


 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2020 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.riaukita.com