HOME
Sabtu, 02 Juli 2022
Follow:
 
 
Harlah 21
LLMB Terus Perjuangkan Nasib Warga

Reporter : Nanda Tanjung
Minggu, 06/03/2022 - 18:11:12 WIB

TERKAIT:
   
 
Pekanbaru - Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau-Kepri-Sumatera Utara merayakan hari jadi (Harlah) yang ke-21, Ahad (6/3/2022). Di hari jadi ini, LLMB menegaskan memperjuangkan hak warga lokal menjadi yang utama.

 Perayaan Harlah ke 21 yang digelar di Hotel Pangeran ini berlangsung meriah dan mengusung konsep millenial, namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Alhamdulillah LLMB sudah genap berusia 21 tahun, yang berarti dalam waktu 4 tahun kami akan berusia perak 25 tahun. Dalam 4 tahun kedepan kami memang harus tampil elegan, tampil dengan kekuatan dan tampil berpihak ke masyarakat. Terutama bagi daerah dimana LLMB itu berdiri. Kalau dia berdiri di Riau, maka dia akan berjuang untuk Riau, dan jika dia di Kepri, tentu berjuang untuk Kepri," ujar Panglima Besar LLMB, Datuk Ismail Amir, didampingi Sekjend LLMB, Datuk Jufrizal dan Panglima Sulung DPW LLMB Kepri Datuk Hamidi.

Ia mengatakan pada dasarnya LLMB ini dengan langkah draft yang telah dibuat selama ini, justru semakin ada aura yang bangkit sekarang, semacam di pompa hadirnya.

"Biasanya organisasi itu kalau cepat kembangnya, maka akan cepat kempesnya. Kita tak ingin seperti itu. Oleh karena itu kami akan terus membenahi manajemen, sistem manajamen yang kami perbaiki. Sehingga kalau manajemen yang kita pegang biasanya perusahaan yang goyangpun bisa bangkit kembali," cakapnya.


Pada kesempatan tersebut, Datuk Ismail Amir juga sempat menyinggung terkait keberadaan Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang menurutnya belum mampu menjawab keinginan masyarakat Riau dari sejak dulu.

"Bulan Agustus nanti genaplah 1 tahun PHR berada di bumi lancang kuning. yang dulu notabenenya diharapkan ketika ada peralihan dari Chevron ke PHR, masyarakat tentu berharap lebih, apalagi Pertamina adalah milik ibu pertiwi. Tapi ternyata kita lihat sendiri seperti apa kondisinya sekarang," ucapnya.

"Bahkan Gubernur Riau Syamsuar sempat menyebut cuma 5 persen anak Riau yang bekerja di PHR. Kalau saya yang bilang bukan 5 persen, tapi hanya 53 orang, itupun hanya Sub Kontraktor," cakapnya lagi.

Dia berpandangan kalau seharusnya PHR tidak hanya menjadikan Riau sebagai obyek untuk mencari keuntungan semata, tapi juga mampu berkontribusi bagi daerah ini.

"LLMB ingin masyarakat Riau tidak hanya jadi penonton saja, sementara orang lain yang menikmati hasilnya," tegasnya.

Untuk itu, ke depan jelang 1 tahun PHR di Riau pada Agustus nanti, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, terutama dengan kalangan akademi untuk membicarakan masalah PHR ini secara khusus.

"Selama ini kalau kita perhatikan suara-suara tentang berjuang untuk Riau sudah sering berkumandang, tapi tinggal actionnya yang belum ada. Mungkin LLMB yang akan suatu saat akan bikin action dengan gerakan," sebutnya.

"Kami ingin Riau ini kedepannya menjadi Negeri Bertuah, tidak dipandang sebelah mata. Riau ini hanya ingin menuntut haknya, jangan sampai nanti, tuntutan-tuntutan yang tak pernah dikabulkan ini akan menimbulkan gejolak," imbuhnya.



 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2020 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.riaukita.com