HOME
Minggu, 21 09 2014
Follow:
Kamis, 17/07/2014 - 12:47 WIB
Ozil Sumbang Bonusnya untuk Korban Gaza
Senin, 07/07/2014 - 17:29 WIB
Ketiduran dan Belum Mandi Junub setelah Berhubungan dengan Istri
Sabtu, 05/07/2014 - 06:25 WIB
Larang Muslim Berpuasa, MUI Protes Pemerintah Cina
 
 
RAMADAN
Bagaimana Niat Wudhu yang Benar?

Reporter : alifmagz.com
Rabu, 17/07/2013 - 00:45:02 WIB

Tanya:
Saya bingung mana yang benar niat wudhu berikut:
nawaitu ropa'al hadasil asgori pardollillahi ta'ala, nawaiitul wudu a lirop il hadasil asgori pardon lillahi ta ala.
Semua saya pakai. Mohon penjelasan Pak Ustadz, atas penjelasan saya ucapkan terima kasih banyak.

[Rido]

Jawab:
Bismillahirrahmanirrahim,

Sebagaimana telah beberapa kali kita singgung sebelum ini, soal niat adalah soal hati. An-niyyatu mahalluha al-qalb, begitu kata pakar-pakar fikih, yang artinya niat itu adanya di dalam hati. Itu berarti, melafalkan niat tidaklah sepenting kesungguhan dan kesengajaan di dalam hati untuk melakukan suatu amal ibadah. Cukup banyak kitab-kitak klasik yang membahas masalah niat ini. Yahya bin Syaraf ad-Din an-Nawawiy, misalnya, dalam Al-Majmu‘ Syarh al-Muhadzdzab, mengatakan, "Seseorang wajib berniat dengan (di dalam) hatinya, sebab niat itu berarti kesengajaan dan keinginan. Orang-orang Arab mengatakan 'nawaka Allahu bi hifzhihi' itu artinya 'Allah sengaja ingin memeliharamu'. Jika seseorang melafalkan niat itu secara lisan, dan juga ada kesengajaan di dalam hatinya untuk melakukan sesuatu, hal itu lebih kuat."

Terkait dua lafal niat wudhu yang Anda sebutkan, kedua-duanya secara substansi mengandung arti yang sama. Anda boleh memakai yang mana saja. Jika tidak Anda ucapkan secara lisan pun, cukup Anda tekadkan di dalam hati, Anda sudah dinamakan berniat.

Yang pertama, nawaytu raf'a al-hadatsi al-ashghari fardhan lillahi ta'ala, itu artinya 'aku berniat (sengaja) mengangkat (membersihkan) hadats kecil, sebagai sesuatu yang fardhu karena Allah ta'ala'. Sedang yang kedua, nawaytu al-wudhu'a li raf'i al-hadatsi al-ashghari fardhan lillahi taala, itu artinya 'aku berniat (sengaja) melakukan wudhu untuk mengangkat (membersihkan) hadats kecil, sebagai sesuatu yang fardhu karena Allah ta'ala.

Begitu juga dengan niat mandi janabah. Jika ada yang mengucapkan nawaytu al-ghusla li raf'i al-hadatsi al-akbari fardhan lillâhi ta'alâ (aku sengaja mandi untuk mengangkat [membersihkan] hadats besar, sebagai sesuatu yang wajib karena Allah ta’ala), itu boleh. Jika ada yang mengatakan nawaytu raf'a l-hadatsi al-akbari fardhan lillâhi ta'ala (aku sengaja mengangkat [membersihkan] hadats besar sebagai sesuatu yang wajib karena Allah ta'ala) juga boleh.

Perbedaan lafal niat, baik niat wudhu maupun niat mandi janabah, yang mungkin Anda temukan itu biasanya hanyalah perbedaan redaksi, bukan perbedaan substansi. Anda tidak perlu bingung. Yang terpenting dalam soal niat ini, sekali lagi, adalah adanya kesengajaan dan kesungguhan di dalam hati Anda untuk melakukan suatu amal ibadah seperti bersuci, shalat, dan sebagainya. Walaupun kesengajaan dan kesungguhan itu tidak Anda lafalkan secara lisan, Anda sudah dikatakan berniat.

Demikian, wallahu alam.

[M.Arifin-Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran] www.alifmagz.com

IMSYAKIYAH RAMADAN 1435 H / 2014 M
KOTA PEKANBARU
IMSYAK SHUBU ZUHUR ASHAR MAGHR ISYA



RAMADANKITA
Sabtu, 19/07/2014 - 17:22 WIB
Tetap Berpuasa Meski sedang Mudik? Kenapa Tidak, Begini Mengakalinya
Kamis, 17/07/2014 - 12:47 WIB
Ozil Sumbang Bonusnya untuk Korban Gaza
Senin, 07/07/2014 - 17:29 WIB
Ketiduran dan Belum Mandi Junub setelah Berhubungan dengan Istri
Sabtu, 05/07/2014 - 06:25 WIB
Larang Muslim Berpuasa, MUI Protes Pemerintah Cina
Sabtu, 05/07/2014 - 06:14 WIB
Cina Larang Pejabat Xinjiang Berpuasa
Sabtu, 05/07/2014 - 06:07 WIB
Sentuh Istri Sendiri, Batalkan Wudhu?
Sabtu, 05/07/2014 - 06:03 WIB
Kisah Pendiri Masjid Jami' Kampar Riau yang Berdarah Batak Mandailing
Sabtu, 05/07/2014 - 05:58 WIB
Di Masjid Jami' Kampar, Ada Batu Mirip Kepala Kerbau yang Konon Bisa Bersuara
Sabtu, 05/07/2014 - 05:54 WIB
Di Suriah, Irama Azan Berbeda Setiap Waktu Salat Fardlu
Sabtu, 05/07/2014 - 05:51 WIB
Kisah 'Santri' Pecandu Narkoba di Lapas Bangkinang Riau yang Bertobat

 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2014 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.pajriexhost.com