HOME
Sabtu, 15 Desember 2018
Follow:
Selasa, 25/09/2018 - 19:53 WIB
Pasca Sarja UIR Gelar Pertandingan Sepakbola
Senin, 17/09/2018 - 09:53 WIB
Oknum Polisi Bagan Sinembah Bersetubuh
Senin, 17/09/2018 - 09:34 WIB
Pria Berusia 55 Meninggal Usai Main Badminton
 
 
Menilik Suara Golkar ke Syamsuar

Reporter : Nan
Senin, 12/03/2018 - 23:28:44 WIB
Riaukitacom-Partai Golkar merupakan partai 'penguasa' di Provinsi Riau. Lebih dari separuh pemilihan kepala daerah di provinsi berjuluk Bumi Lancang Kuning diduduki oleh jago yang berasal dari partai berlambang pohon beringin.

Dalam Pemilihan Gubernur Riau 2018, Partai Golkar sudah mengambil sikap untuk menentukan jagoannya.

Sejumlah kader Golkar mencuat untuk menduduki kursi pucuk pemeritahan di Provinsi Riau diantaranya adalah Bupati Pelalawan, HM Harris, Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Aryanto, Bupati Siak Syamsuar dan petahana Gubernur Riau, Arsyadjuliadi Rachman. Namun belakangan Golkar memutuskan untuk mengusung petahana.

Pengamat politik,  Saiman Pakpahan mengatakan dalam Pilkada Riau, secara sah  Golkar memang mendukung petahana. Namun demikian secara langsung partai Golkar akan mendukung Syamsuar.

"Seperti kita ketahui Syamsuar adalah politisi murni Partai Golkar. Dari dulu dia memang orang Golkar dan pernah menjabat Ketua DPD Golkar Siak. Banyak kader kader Golkar yang mempunyai kedekatan emosional dengan Syamsuar. Jadi dalam Pilkada suara Golkar akan terpecah kemungkinan besar terjadi," kata Pengamat Politik Riau, Saiman Pakpahan Senin (12/3/2018).

Misalnya saja, di Kota Dumai, seorang tokoh sekaligus politisi dari dari Partai Golkar, Zainal Effendi menyatakan dukungan terhadap pasangan Syamsuar Edy Nasution di Pilkada Riau. Pernyataan orang penting politisi Dumai ini dilakukan saat Syamsuar melakukan kampanye dialogis di 'kota pelabuhan' itu.

Bahkan secara tak canggung, Zainal Efendi mengundang warga ke rumahnya untuk mendukung pasangan nomor urut 1 itu. Zainal juga siap menerima konsekuansi dari partainya karena dukungannya terhadap Bupati Siak itu.

Di Pelalawan misalnya, suara Golkar juga kemungkinan besar juga bisa pecah. Mengingat alotnya persaingan Harris dan Arsyadjuliandi Rahman dalam bursa penjaringan.

Dalam pertarungan alot itu, akhirnya Golkar menyingkan Harris. 'Suara' Harris untuk tidak mendukung petahana, tentu sangat kuat, demikian Saiman melanjutkan.

 "Banyak hal yang membuat partai Golkar pecah di Pilkada ini. Apalagi politik itu tidak ada ideologi, partai tidak punya perekat untuk mengikat kadernya. Walau ada sanksi, namun hal itu tidaklah cukup. Politik itu tidak ada teman yang abadi, tapi hanya ada kepentingan pribadi. Di tingkat elit politik mendukung, di level bawah belum tentu. Jadi butuh perjuangan keras bagi petahana mendapat mesin Golkar sempurna, karena sebagian suara Golkar bisa ke Syamsuar," ulas dosen Universitas Riau.

Jika sebagian suara Golkar beralih ke Syamsuar, ini tentunya akan menambah amunisi bagi tiga partai pengusung yakni PAN, PKS dan NasDem.


"Syamsuar dan Golkar akan sama sama diuntungkan. Jika Syamsuar menang bisa saja ada deal politik dengan Golkar. Jadi Pilkada Riau, Golkar pasang 'dua kaki'  sangat memungkinan apalagi jelang Pilpres (Pemilihan Presiden) dan Pileg (Pemilu Legaslatif),"ucapnya.



 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2018 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By RiauKita.com