HOME
Jum'at, 19 09 2014
Follow:
Rabu, 17/09/2014 - 12:52 WIB
Asap Kembali Muncul, Ribuan Masker Dibagikan
Rabu, 17/09/2014 - 12:23 WIB
SBY Ingin Ada Aturan Presiden Bisa Pecat Kepala Daerah
Rabu, 17/09/2014 - 11:41 WIB
Udara Pekanbaru sudah tak Sehat
 
 
SBY Sayangkan Sistem Informasi yang Lambat dalam Kerusuhan LP Tanjung Gusta

Reporter :
Sabtu, 13/07/2013 - 23:17:48 WIB
RIAUKITACOM -  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyayangkan sistem informasi yang berjalan lambat dalam kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara. Presiden mengetahui informasi kejadian tersebut pertama kali justru dari media massa asing dan media sosial.

"Harus sama cepatnya apa yang disiarkan oleh masyarakat dunia dengan informasi yang saya dapatkan. Bahkan kalau bisa lebih cepat," kata Presiden SBY pada rapat khusus di Ruang VVIP Base-ops Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (13/7) siang.

Selain membahas penanganan pasca kerusuhan LP Tanjung Gusta, rapat juga membahas stabilisasi harga komoditas kebutuhan pokok, terutama daging sapi yang melonjak harganya.

Dalam soal kerusuhan di LP Tanjung Gusta, Presiden merasa respon dan aksi untuk menanggulangi masalah ini kurang cepat, baik di tingkat daerah maupun pusat. "Sepuluh jam tanpa pernyataan resmi itu tidak bagus. Tidak harus pernyataan itu menunggu kelengkapan informasi, tidak harus segala sesuatunya sudah dilakukan. Keluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa benar ada kejadian dan pemerintah sedang menangani," Presiden menegaskan.

"Saya hargai Menkumham berangkat ke sana. Saya cek langsung apa yang terjadi, langkah-langkahnya apa, tetapi yang absen adalah pernyataan resmi supaya jangan sampai ada kesan kita tidak melakukan langkah cepat dan pembiaran," SBY menambahkan.

Mengenaik dana rehabilitasi LP, Presiden menjelaskan dalam APBN telah dialokasikan Rp 1 triliun untuk meningkatkan kapasitas lapas. Tujuannya agar kejadian yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di LP Tanjung Gusta.

"Saya ingin mendapatkan laporan digunakan seperti apa. Kalau memang masih kurang bisa ditambah karena memang sudah puluhan tahun tidak ditambah. Inilah saatnya ketika ekonomi kita baik angaran kita meningkat," Presiden menjelaskan.
 
Investigasi awal mengatakan bahwa terjadinya kerusuhan di LP Tanjung Gusta karena kurangnya fasilitas air dan listrik. Dalam kesempatan ini Presiden mengingatkan bahwa narapidana juga mempunyai hak-hak dasar yang harus dipenuhi.

Hadir dalam rapat ini antara lain, Wapres Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkumham Amir Syamsudin, Menperin MS Hidayat, Mentan Suswono, Seskab Dipo Alam, Menkeu Chatib Basri, Mendag Gita Wirjawan, Kapolri Jendral Timur Pradopo, Kepala BIN Marciano Norman, dan Kepala Badan Urusan Logistik-Bulog Sutarto Alimuso. (dit) (www.presidenri.go.id)


 
.:: Home | Politik | Peristiwa | Ekbis | Lingkungan | Sport | Hukum | Kesehatan | Iptek | Foto | Galeri | Index ::.
Copyright 2011-2014 RiauKita.com, All Rights Reserved | Redaksi | Info Iklan | Disclaimer Reserved Powered By www.pajriexhost.com